Langsung ke konten utama

Delapan Negara Pemilik Nuklir Ketar-Ketir


Krisis nuklir di Fukushima, Jepang menimbulkan pertanyaan di seluruh masyarakat dunia soal dampak gempa terhadap daya nuklir suatu kawasan. Selain Jepang, AS dan Prancis pun turut ketakutan.
Negara pertama adalah Amerika Serikat. Meskipun tidak membangun pembangkit daya nuklir baru sejak kecelakaan Three Mile Island pada 1979, AS termasuk produsen daya nuklir terbesar di dunia.
Negara itu memiliki 104 reaktor yang menghasilkan listrik lebih banyak dari Jepang ataupun Prancis. Sayangnya, karena penggunaan listrik AS sangat luar biasa, semua pembangkit listrik ini hanya menyediakan 20% total penggunaan daya.

Berbicara soal peta bahaya gempa di AS, tidak mengherankan dua pembangkit listrik di California menjadi kawasan yang diwaspadai menyusul bencana Jepang jika terjadi gempa di kawasan ini. San Onofre, San Clemente, Diablo Canyon dan Avila Beach merupakan kawasan yang terancam bencana nuklir di Amerika Serikat.

Negara kedua adalah Prancis. Turbin angin di atas menara pendingin pabrik nuklir Cruas, Prancis, di lembah sungai Rhone , Montelimar, merupakan salah satu struktur unik situs niklir Prancis.

Pembangkit listrik yang dibangun awal 1980 itu merupakan salah satu dari dua pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia yang dibangun dengan ‘isolasi gempa’. Meskipun jumlah pemasok energi nuklir setengah dari jumlah di AS, lebih dari 80% pasokan listrik Prancis bergantung kepada 58 reaktor di 19 pembangkit listrik.

Negara ketiga adalah Jepang. Meskipun saat ini menderita krisis terburuk nuklir di pabrik Fukushima Daiichi, sejak Oktober 2008, mereka menjadi salah satu negara yang berambisi mengembangkan daya nuklir. Jepang kini memiliki 54 program reaktor, salah satunya reaktor terbesar di dunia yaitu Kashiwazaki-Kariwa yang terletak di pantai barat Prefektur Niigata.

Energi nuklir memang menyediakan energi bagi sepertiga kebutuhan listrik Jepang. Sebelum kecelakaan Fukushima, Jepang berencana untuk memperluas pangsa nuklir 40% hingga 2017 dan 50% di 2030.
Negara keempat adalah Rusia. Hamparan timun berhasil berkembang di dalam rumah kaca di Siberia berkat panas yang dikeluarkan pembangkit listrik di daerah terpencil Biliboro, Rusia, yang berjarak 161 kilometer ke utara Lingkaran Arktik.

Rusia mendapatkan 16% pasokan listrik dari 32 reaktor nuklri di 10 lokasi. Mereka juga berencana memperluas pasokan nuklir menjadi 25% pada 2030. Kecuali untuk empat reaktor kecil di ujung timur Bilibino, semua pabrik nuklir Rusia berada di barat daya Pengunungan Ural. Kawasan ini memang tidak rawan gempa.

Negara kelima adalah Korea Selatan yang dianggap pendatang baru di dunia produsen listrik bertenaga nuklir. Korea Selatan menciptakan program nuklir satu tahun sebelum kecelakaan Three Mile Island .
Meskipun membangun pabrik pertama kali pada 1978, negara tersebut sudah memiliki 21 reaktor nuklir di empat pembangkit listrik. Nuklir menyediakan sepertiga listrik nasional. Ambisi Korsel adalah memiliki 12 reaktor tambahan hingga 2022 sebagai cara memenuhi setengah kebutuhan energi mereka.

Negara keenam adalah Jerman. Fasilitas nuklir Unterweser di dekat Kleinensiel yang dibuka pada 1978 merupakan salah satu dari tujuh pabrik nuklir tertua di Jerman yang terpaksa ditutup selama tiga bulan dengan alasan keamanan, setelah krisis di Fukushima. Jerman memiliki 17 pabrik nuklir yang memenuhi seperempat kebutuhan energi nasional.

Negara ketujuh adalah Kanada yang memulai program pada awal 1944 dengan membangun reaktor eksperimental pada 1947. Secara keseluruhan, negara memanfaatkan sumber daya itu untuk 15% kebutuhan energi dari 18 reaktor komersil.

Ketergantungan nuklir terbesar di provinsi Ontario di mana 16 reaktor berada dan menyerap 53% pasokan tenaga nuklir. Dua reaktor lainnya berada di Quebec dan New Brunswick .

Negara kedelapan adalah Ukraina. Di Khmelnitsky Nuclear Power Pant, dua unit pembangkit tenaga nuklir beroperasi dan dua lainnya berada di bawah pengawasan perusahaan energi atom Rusia, Rosatom.

Negara ini membangun pembangkit listrik tenaga atom pada 1970. Sayangnya, pada 1986 terjadi ledakan reaktor yang menewaskan 30 orang. Dua puluh lima tahun selanjutnya, pembangkit listrik tenaga nuklir menyediakan setengah kebutuhan negara melalui 15 reaktor nuklir di empat lokasi. [mdr]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKILAS TENTANG PISTOL SIG SAUER P-226

Sig Sauer P-226 adalah salah satu varian senjata api jenis Pistol buatan Sig Sauer yang diproduksi oleh Swiss dan Jerman. Senjata ini merupakan salah satu senjata api genggam favorit special force di seluruh dunia. 

Mengenal SENAPAN ANGIN...(Air Riffle) ----Ditulis Oleh Johan Sastro

SENAPAN ANGIN (AIR RIFFLE) adalah senapan yang menggunakan prinsip pneumatik yang menembakkan proyektil dengan menggunakan tenaga udara atau sejenis gas tertentu yang dimampatkan. Senapan angin biasanya digunakan untuk olahraga dan berburu binatang kecil seperti burung dan tupai, ukuran peluru yang dipakai biasanya juga tidak terlalu besar yaitu ukuran kaliber .177 atau 4,5 mm dan 5,5 mm biasanya terbuat dari bahan timah, meskipun begitu senapan ini bisa membunuh manusia kalau prosedur pemakaiannya keliru atau disalahgunakan.

Syarat dan Ketentuan Pengurusan Izin Kepemilikan Senjata Api

Banyak dari kita yang belum tahu persyaratan untuk mengurus surat untuk senjata api, sebelum anda berpikir untuk membeli senjata api ada baiknya anda membaca hal berikut ini dulu jadi apakah anda sudah pantas untuk memiliki senjata api. Karena untuk memperoleh senjata api tidak semudah yang anda kira, tapi kalau anda merasa sudah bisa memenuhi persyaratan yang di bawah silahkan mengajukan diri ke POLDA setempat untuk mengurus surat perijinan. Berikut syarat dan ketentuan untuk mengajukan diri :